DEPARTEMEN FARMAKOLOGI & TERAPI FK-KMK UGM BEKERJA SAMA DENGAN PUSAT KAJIAN HERBAL SELENGGARAKAN WORKSHOP CELL-BASED ASSAYS UNTUK RISET PRODUK ALAM

Yogyakarta — Departemen Farmakologi & Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama Pusat Kajian Herbal kembali menyelenggarakan kegiatan rutin berupa Workshop Cell-Based Assays for Natural Product Research pada 6–7 Agustus 2026 di Gedung Radioputro, FK-KMK UGM.
Workshop dibuka oleh Prof. Dr. apt. Mustofa, M.Kes., Ketua Departemen Farmakologi & Terapi, yang menekankan pentingnya riset berbasis bukti dalam pengembangan obat herbal. Kegiatan ini menghadirkan pakar lintas bidang farmakologi, kedokteran, dan bioteknologi, serta diikuti oleh peneliti, tenaga kesehatan, dan mahasiswa pascasarjana.
Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kuliah dan praktikum intensif. Materi kuliah mencakup dasar-dasar pengembangan obat herbal, prinsip cell-based assays, desain eksperimen, hingga aplikasi lanjutan berbasis model penyakit seperti kanker, diabetes, dan fibrosis. Praktikum meliputi teknik ekstraksi metabolit sekunder, penyiapan sampel herbal, kultur sel mamalia, uji viabilitas/toksisitas, serta analisis data menggunakan perangkat lunak statistik.
Sesi yang menarik perhatian adalah kuliah dari Prof. Dr. Mae Sri Hartati W., M.Si., Apt. mengenai metabolit sekunder dan tahapan pengembangan obat herbal, serta praktik kultur sel mamalia yang dipandu oleh Dr. Sci. apt. Beni Lestari, M.Bio.Sci. Peserta mendapat pengalaman langsung dalam teknik aseptik, cell counting, hingga pembacaan hasil uji toksisitas.
Workshop ditutup dengan sesi analisis data oleh Dr. drh. Pamungkas Bagus Satriyo, PhD., yang menekankan pentingnya validasi statistik dan visualisasi grafik untuk mendukung interpretasi hasil penelitian.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FK-KMK UGM dalam memperkuat ekosistem riset herbal nasional, dengan harapan dapat menghasilkan penelitian unggulan yang aman, efektif, dan berbasis bukti. Selain itu, workshop ini juga berkontribusi pada pencapaian SDG 3: Good Health and Well-being melalui peningkatan kapasitas riset kesehatan, SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure lewat pengembangan metode inovatif berbasis kultur sel, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi lintas disiplin dan institusi.

Universitas Gadjah Mada
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!