,

PENGEMBANGAN KOMPETENSI ANALISIS METAGENOMIK MIKROBIOTA SALURAN CERNA UNTUK MENDUKUNG INOVASI KESEHATAN BERBASIS NUTRASETIKAL PUSAT KEDOKTERAN HERBAL FK-KMK UGM TAHUN 2026

Yogyakarta – Pusat Kedokteran Herbal FKKMK UGM kembali menyelenggarakan Workshop Analisis Mikrobiota Saluran Cerna & Nutrasetikal Anti-Disbiosis pada tanggal 3–4 September 2026. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi kesehatan dalam memahami peran mikrobiota saluran cerna serta penerapan analisis metagenomik untuk mendukung pengembangan inovasi kesehatan berbasis nutrasetikal.

Perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa mikrobiota saluran cerna memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fisiologis tubuh, memengaruhi sistem imun, metabolisme, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya. Kemajuan teknologi sekuensing dan bioinformatika juga membuka peluang yang semakin luas bagi peneliti untuk mengeksplorasi hubungan antara mikrobiota dan kesehatan manusia secara lebih komprehensif. Oleh karena itu, pemahaman mengenai analisis mikrobiota menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam penelitian kesehatan modern.

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan narasumber dengan keahlian multidisiplin. Pada sesi awal, peserta memperoleh materi mengenai peran nutrasetikal bagi kesehatan serta pemanfaatan metabolit sekunder sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung pengembangan produk kesehatan. Materi tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, M.Si., Apt., yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam pengembangan produk nutrasetikal.

Selanjutnya, Dr. rer. nat. Arko Jatmiko Wicaksono, Apt., M.Sc. memaparkan berbagai teknik analisis senyawa bioaktif pada nutrasetikal beserta aplikasinya dalam riset dan pengembangan produk kesehatan. Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi aktivitas biologis senyawa yang terkandung dalam bahan alam.

Fokus utama workshop adalah pengenalan dan aplikasi analisis mikrobiota saluran cerna yang dipandu oleh Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz, MS. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik analisis mikrobiota saluran cerna, prosedur analisis data metagenomik, hingga konsep enterotype yang banyak digunakan untuk mengelompokkan pola komunitas mikroba dalam usus manusia. Materi ini memberikan gambaran mengenai bagaimana data mikrobiota dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian kesehatan dan pengembangan intervensi yang lebih presisi.

Selain sesi kuliah, workshop juga dilengkapi dengan praktikum intensif yang memungkinkan peserta memperoleh pengalaman langsung dalam pengolahan data mikrobiota. Praktikum meliputi pembacaan raw reads dan sekuens FASTA, analisis kualitas data sekuensing, proses alignment menggunakan basis data SILVA, serta analisis keragaman alfa, beta, dan differential analysis menggunakan pendekatan supervised maupun unsupervised. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami konsep teoritis tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat diaplikasikan dalam penelitian masing-masing.

Workshop ini mencerminkan komitmen Pusat Kedokteran Herbal FKKMK UGM dalam mendukung pengembangan riset kesehatan berbasis bukti ilmiah sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang mikrobiota dan nutrasetikal. Diharapkan, kompetensi yang diperoleh peserta dapat berkontribusi pada lahirnya berbagai inovasi penelitian dan produk kesehatan yang lebih efektif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan riset yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi peserta dalam bidang analisis metagenomik dan bioinformatika, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi dan metode analisis yang inovatif, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta inovasi kesehatan berbasis bukti.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *